Jumat, 28 November 2014

Kewirausahaan

Kewirausahaan
A.    Proses pengenalan (Introduction process)
Proses ini merupakan perkenalan dengan kewirausahaan dimana anda mulai mengetahui arti dan manfaat kewirausahaan.pada proses ini anda akan:
1.    Bersentuh dengan kewirausahaan untuk mengetahui tujuan, maksud dan manfaat bagi individu, lingkungan dan Negara
2.    Bertoleransi pada pola pikir orang yang sukses dalam bisnis
3.    Belajar lebih tentang kewirausahaan
4.    Mengerti dan menyadari adanya alternative lain selain mencari kerja, yaitu menciptakan lapanga kerja sendiri ketika lulus sekolah
5.    Mempersiapkan “sekoci” hidup dan
6.    Mengerti bahwa setiap orang bias menjadi seorang wirausahaan
B.    Proses karateristik kewirausahaan (Attractivess process)
Setelah mengenal kewirasusahaan, proses berikutnya adalah mulai munculnya karateristik terhadap dunia wirausahaan,yang akan mendorong anda memasuki gerbang kewirausahaan. Untuk itu anda membutuhkan kunci(key of preneurship), yaitu:
1.    Menyadari bahwa banyak mitos yang salah mengenai kewirausahaan.
2.    Menyadari pentingnya mempelajari ilmu kewirausahaan guna mewujudkan cita-cita dan tujuan hidup baik dalam presentasi sekolah  atau sukses setelah lulus kuliah
3.    Mengerti bahwa setiap orang mempunyai kewirausahaan dan kepemimpinan yang belum tumbuh berkembang dan diberdayakan
4.    Setiap orang yang ingin  menjadi top exclusive atau meraih posisi puncak, juga harus memahami
5.    Menciptakan proses ketertarikan terhadap kewirausahaan yang selama ini belum diketahui
C.    Proses spiritual dan emosional (spiritual anf emotional)
Proses ini menciptakan semangat kewirausahaan (spirit of entre preneurship)
Keberanian memutuskan untuk menjadi seorang kewirausahaan atau tidak. Pada proses ini:
1.    Mulai mengerti difinisi ketakutan, kegagalan
2.    Mendalami makna kegagalan sebagai kontribusi untuk mencapai kesuksesan.
3.    Membandingkan manfaat kewirausahaan dengan resiko yang akan terjadi
4.    Mengetahui alasan orang yang tak mau menjadi kewirausahaan dan
5.    Mengerti dan mengenal factor kesuksesan dan kegagalan dalam berwirausahaan sehingga bias diantisipasi
Anda akan termotivasi menjadi wirausahaan bila:







 Kewirausahaan
A.    Proses pengenalan (Introduction process)
Proses ini merupakan perkenalan dengan kewirausahaan dimana anda mulai mengetahui arti dan manfaat kewirausahaan.pada proses ini anda akan:
1.    Bersentuh dengan kewirausahaan untuk mengetahui tujuan, maksud dan manfaat bagi individu, lingkungan dan Negara
2.    Bertoleransi pada pola pikir orang yang sukses dalam bisnis
3.    Belajar lebih tentang kewirausahaan
4.    Mengerti dan menyadari adanya alternative lain selain mencari kerja, yaitu menciptakan lapanga kerja sendiri ketika lulus sekolah
5.    Mempersiapkan “sekoci” hidup dan
6.    Mengerti bahwa setiap orang bias menjadi seorang wirausahaan
B.    Proses karateristik kewirausahaan (Attractivess process)
Setelah mengenal kewirasusahaan, proses berikutnya adalah mulai munculnya karateristik terhadap dunia wirausahaan,yang akan mendorong anda memasuki gerbang kewirausahaan. Untuk itu anda membutuhkan kunci(key of preneurship), yaitu:
1.    Menyadari bahwa banyak mitos yang salah mengenai kewirausahaan.
2.    Menyadari pentingnya mempelajari ilmu kewirausahaan guna mewujudkan cita-cita dan tujuan hidup baik dalam presentasi sekolah  atau sukses setelah lulus kuliah
3.    Mengerti bahwa setiap orang mempunyai kewirausahaan dan kepemimpinan yang belum tumbuh berkembang dan diberdayakan
4.    Setiap orang yang ingin  menjadi top exclusive atau meraih posisi puncak, juga harus memahami
5.    Menciptakan proses ketertarikan terhadap kewirausahaan yang selama ini belum diketahui
C.    Proses spiritual dan emosional (spiritual anf emotional)
Proses ini menciptakan semangat kewirausahaan (spirit of entre preneurship)
Keberanian memutuskan untuk menjadi seorang kewirausahaan atau tidak. Pada proses ini:
1.    Mulai mengerti difinisi ketakutan, kegagalan
2.    Mendalami makna kegagalan sebagai kontribusi untuk mencapai kesuksesan.
3.    Membandingkan manfaat kewirausahaan dengan resiko yang akan terjadi
4.    Mengetahui alasan orang yang tak mau menjadi kewirausahaan dan
5.    Mengerti dan mengenal factor kesuksesan dan kegagalan dalam berwirausahaan sehingga bias diantisipasi
Anda akan termotivasi menjadi wirausahaan bila:











burung hantu.jpg

gajah.jpg



kura-kura.jpg



panda2.jpg



semut.jpg

kamboja.jpg


matahari.jpg


teratai.jpg


tulip.jpg


raflesia.jpg



Pengumuman Pendataan Penduduk Asal Timor Timur yang Dipisahkan dari Keluarganya Saat Masih Berusia Anak-anak
In Pelanggaran HAM |
http://www.komnasham.go.id/media/tz_portfolio/article/cache/53ee3151f1eb0tz_portfolio_1408119121_S.png
4:12 PM - 15 August 2014Kategori Sebelumnya: Kasus
·         Print 
·         Email
Pada tahun 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao membentuk Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP). Komisi ini bertugas untuk mengungkap kebenaran dan menyelesaikan permasalah hak asasi manusia antara kedua negara.
Salah satu permasalahan yang terungkap ke publik dalam proses pengungkapan kebenaran tersebut adalah persoalan penduduk Timor Timur yang dipisahkan dari keluarga mereka dan dibawa ke Indonesia saat mereka masih berusia anak-anak. Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi di Timor Leste (CAVR - A Comissão de Acolhimento, Verdade e Reconciliação) mendapat informasi dari salah seorang perwakilan PBB yang mengurus masalah pengungsi (UNHCR) bahwa antara tahun 1975-1999 ada 4.534 anak Timor Timur yang masih kecil yang dipindahkan ke Indonesia (Laporan CAVR Bagian 7.8.4.1 No. 353).
Permasalahan anak-anak Timor Leste yang dipisahkan dari keluarganya ini pun mendapat perhatian dari Komnas HAM Indonesian danProvedoria Dos Direitos Humanos E Justica (PDHJ atau Komnas HAM Timor Leste). Dalam Memorandum of Understanding (MOU) yang diperbaharui tahun 2013 kemarin kedua lembaga sepakat untuk menindaklanjuti persoalan ini. Komnas HAM, sesuai dengan tugas dan fungsinya, melakukan pengkajian tentang sejarah dan pola pemisahan anak-anak Timor Timur serta melalukan pemantauan sejauh mana hak-hak untuk mengetahui orang tua atau keluarga dekat mereka saat berusia anak dan saat ini di Timor Leste tetap dihormati.
Komnas HAM dan PDHJ yang didukung beberapa NGO mengupayakan proses mempertemukan kembali (reuni) penduduk asal Timor Timur yang dibawa ke Indonesia saat masih anak-anak antara tahun 1975-1999, dengan keluarga asalnya di Timor Timur. Dalam proses pendataan ini juga menelaah apakah masih ada kebutuhan dari anak-anak dan keluarganya untuk bertemu kembali. 
Oleh karena itu Komnas HAM menghimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai penduduk asal Timor Timur tersebut yang dipisahkan dari keluarganya untuk memberikan informasi kepada Komnas HAM agar bisa ditindak lanjuti. Informasi tersebut bisa disampaikan melalui:
1. Pos
Komnas HAM (Up: Sdr. Desiderius Ryan-KH/PDHJ)
Jl. Latuharhary No. 4B Menteng Jakarta Pusat 10310
2. Telepon: 62-21-3925230 ext 126 (Sdr. Ryan)
3. Fax : 62-21-3925227 (UP: Sdr. Ryan-KH/PDHJ)
4. Telepon Relawan: 0822 9830 1000 (Sdr. Vitor Da Costa Pinto)
Informasi tersebut akan sangat membantu proses pendataan penduduk asal Timor Timur yang masih dicari oleh banyak keluarga di Timor Leste dan belum mendapat kepastian keberadaan anggota keluarga mereka. Upaya ini merupakan harapan mereka untuk menemukan kembali anak-anak mereka.
(1)  Setiap anak berhak untuk mengetahui siapa orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. (2) Dalam hal orang tua tidak mampu membesarkan dan memelihara anaknya dengan baik dan sesuai dengan Undang-undang ini, maka anak tersebut boleh diasuh atau


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.