Kewirausahaan
A. Proses
pengenalan (Introduction process)
Proses ini merupakan perkenalan
dengan kewirausahaan dimana anda mulai mengetahui arti dan manfaat
kewirausahaan.pada proses ini anda akan:
1. Bersentuh
dengan kewirausahaan untuk mengetahui tujuan, maksud dan manfaat bagi individu,
lingkungan dan Negara
2. Bertoleransi
pada pola pikir orang yang sukses dalam bisnis
3. Belajar
lebih tentang kewirausahaan
4. Mengerti
dan menyadari adanya alternative lain selain mencari kerja, yaitu menciptakan
lapanga kerja sendiri ketika lulus sekolah
5. Mempersiapkan
“sekoci” hidup dan
6. Mengerti
bahwa setiap orang bias menjadi seorang wirausahaan
B. Proses
karateristik kewirausahaan (Attractivess process)
Setelah mengenal kewirasusahaan, proses berikutnya
adalah mulai munculnya karateristik terhadap dunia wirausahaan,yang akan
mendorong anda memasuki gerbang kewirausahaan. Untuk itu anda membutuhkan
kunci(key of preneurship), yaitu:
1. Menyadari
bahwa banyak mitos yang salah mengenai kewirausahaan.
2. Menyadari
pentingnya mempelajari ilmu kewirausahaan guna mewujudkan cita-cita dan tujuan
hidup baik dalam presentasi sekolah atau
sukses setelah lulus kuliah
3. Mengerti
bahwa setiap orang mempunyai kewirausahaan dan kepemimpinan yang belum tumbuh
berkembang dan diberdayakan
4. Setiap
orang yang ingin menjadi top exclusive
atau meraih posisi puncak, juga harus memahami
5. Menciptakan
proses ketertarikan terhadap kewirausahaan yang selama ini belum diketahui
C. Proses
spiritual dan emosional (spiritual anf emotional)
Proses ini menciptakan semangat kewirausahaan (spirit
of entre preneurship)
Keberanian memutuskan untuk menjadi seorang kewirausahaan
atau tidak. Pada proses ini:
1. Mulai
mengerti difinisi ketakutan, kegagalan
2. Mendalami
makna kegagalan sebagai kontribusi untuk mencapai kesuksesan.
3. Membandingkan
manfaat kewirausahaan dengan resiko yang akan terjadi
4. Mengetahui
alasan orang yang tak mau menjadi kewirausahaan dan
5. Mengerti
dan mengenal factor kesuksesan dan kegagalan dalam berwirausahaan sehingga bias
diantisipasi
Anda akan
termotivasi menjadi wirausahaan bila:
Kewirausahaan
A. Proses
pengenalan (Introduction process)
Proses ini merupakan perkenalan
dengan kewirausahaan dimana anda mulai mengetahui arti dan manfaat
kewirausahaan.pada proses ini anda akan:
1. Bersentuh
dengan kewirausahaan untuk mengetahui tujuan, maksud dan manfaat bagi individu,
lingkungan dan Negara
2. Bertoleransi
pada pola pikir orang yang sukses dalam bisnis
3. Belajar
lebih tentang kewirausahaan
4. Mengerti
dan menyadari adanya alternative lain selain mencari kerja, yaitu menciptakan
lapanga kerja sendiri ketika lulus sekolah
5. Mempersiapkan
“sekoci” hidup dan
6. Mengerti
bahwa setiap orang bias menjadi seorang wirausahaan
B. Proses
karateristik kewirausahaan (Attractivess process)
Setelah mengenal kewirasusahaan, proses berikutnya
adalah mulai munculnya karateristik terhadap dunia wirausahaan,yang akan
mendorong anda memasuki gerbang kewirausahaan. Untuk itu anda membutuhkan
kunci(key of preneurship), yaitu:
1. Menyadari
bahwa banyak mitos yang salah mengenai kewirausahaan.
2. Menyadari
pentingnya mempelajari ilmu kewirausahaan guna mewujudkan cita-cita dan tujuan
hidup baik dalam presentasi sekolah atau
sukses setelah lulus kuliah
3. Mengerti
bahwa setiap orang mempunyai kewirausahaan dan kepemimpinan yang belum tumbuh
berkembang dan diberdayakan
4. Setiap
orang yang ingin menjadi top exclusive
atau meraih posisi puncak, juga harus memahami
5. Menciptakan
proses ketertarikan terhadap kewirausahaan yang selama ini belum diketahui
C. Proses
spiritual dan emosional (spiritual anf emotional)
Proses ini menciptakan semangat kewirausahaan (spirit
of entre preneurship)
Keberanian memutuskan untuk menjadi seorang kewirausahaan
atau tidak. Pada proses ini:
1. Mulai
mengerti difinisi ketakutan, kegagalan
2. Mendalami
makna kegagalan sebagai kontribusi untuk mencapai kesuksesan.
3. Membandingkan
manfaat kewirausahaan dengan resiko yang akan terjadi
4. Mengetahui
alasan orang yang tak mau menjadi kewirausahaan dan
5. Mengerti
dan mengenal factor kesuksesan dan kegagalan dalam berwirausahaan sehingga bias
diantisipasi
Anda akan
termotivasi menjadi wirausahaan bila:










Pengumuman
Pendataan Penduduk Asal Timor Timur yang Dipisahkan dari Keluarganya Saat Masih
Berusia Anak-anak
In Pelanggaran HAM |

Pada tahun 2005, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao membentuk
Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP). Komisi ini bertugas untuk mengungkap
kebenaran dan menyelesaikan permasalah hak asasi manusia antara kedua negara.
Salah satu permasalahan yang terungkap
ke publik dalam proses pengungkapan kebenaran tersebut adalah persoalan
penduduk Timor Timur yang dipisahkan dari keluarga mereka dan dibawa ke
Indonesia saat mereka masih berusia anak-anak. Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan
Rekonsiliasi di Timor Leste (CAVR - A Comissão de Acolhimento, Verdade e
Reconciliação) mendapat informasi dari salah seorang perwakilan PBB yang mengurus
masalah pengungsi (UNHCR) bahwa antara tahun 1975-1999 ada 4.534 anak Timor
Timur yang masih kecil yang dipindahkan ke Indonesia (Laporan CAVR Bagian
7.8.4.1 No. 353).
Permasalahan anak-anak Timor Leste yang
dipisahkan dari keluarganya ini pun mendapat perhatian dari Komnas HAM
Indonesian danProvedoria
Dos Direitos Humanos E Justica (PDHJ atau Komnas HAM Timor Leste). Dalam Memorandum
of Understanding (MOU) yang diperbaharui tahun 2013 kemarin kedua
lembaga sepakat untuk menindaklanjuti persoalan ini. Komnas HAM, sesuai dengan
tugas dan fungsinya, melakukan pengkajian tentang sejarah dan pola pemisahan
anak-anak Timor Timur serta melalukan pemantauan sejauh mana hak-hak untuk
mengetahui orang tua atau keluarga dekat mereka saat berusia anak dan saat ini
di Timor Leste tetap dihormati.
Komnas HAM dan PDHJ yang didukung beberapa NGO
mengupayakan proses mempertemukan kembali (reuni) penduduk asal Timor Timur
yang dibawa ke Indonesia saat masih anak-anak antara tahun 1975-1999, dengan
keluarga asalnya di Timor Timur. Dalam proses pendataan ini juga menelaah
apakah masih ada kebutuhan dari anak-anak dan keluarganya untuk bertemu
kembali.
Oleh karena itu Komnas HAM menghimbau masyarakat yang
mengetahui informasi mengenai penduduk asal Timor Timur tersebut yang
dipisahkan dari keluarganya untuk memberikan informasi kepada Komnas HAM agar
bisa ditindak lanjuti. Informasi tersebut bisa disampaikan melalui:
1. Pos
Komnas HAM (Up: Sdr. Desiderius Ryan-KH/PDHJ)
Jl. Latuharhary No. 4B Menteng Jakarta Pusat 10310
2. Telepon: 62-21-3925230 ext 126 (Sdr. Ryan)
3. Fax : 62-21-3925227 (UP: Sdr. Ryan-KH/PDHJ)
4. Telepon Relawan: 0822 9830 1000 (Sdr. Vitor Da Costa
Pinto)
Informasi tersebut akan sangat membantu proses pendataan
penduduk asal Timor Timur yang masih dicari oleh banyak keluarga di Timor Leste
dan belum mendapat kepastian keberadaan anggota keluarga mereka. Upaya ini
merupakan harapan mereka untuk menemukan kembali anak-anak mereka.
(1) Setiap anak berhak untuk mengetahui siapa orang tuanya, dibesarkan, dan
diasuh oleh orang tuanya sendiri. (2) Dalam hal orang tua tidak mampu
membesarkan dan memelihara anaknya dengan baik dan sesuai dengan Undang-undang
ini, maka anak tersebut boleh diasuh atau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.